Home Owner Freebies Tutorials Websites
Disclaimer Board

Hy haters please click Here

Chatter Box

Must put your name & url blog. Exchanges link opened, Tutorial request accepted & Be nice -Replace with your cbox codes-
Latest
  • Surat Kenangan
  • Bentuk tulisan Nisrina
  • Info Terbaru
  • My Friends in 7-H
  • Rencana Sekolahku
  • Karya Pelangiku
  • Bunga Bunga Persahabatan
  • Keajaiban Senyuman
  • Kak Fatin idolaku
  • Tentangku
  • Claps

    Template by:Farah Adriana
    With help:Fatin Hazwani /Wanaseoby /Nabila Medan
    Best view only in Google Chrome

    Entry updated on Rabu, 18 Desember 2013
    Entry got 0 comments | Fly to top :3



    MISTERI LOTENG PAMAN LOU

    Malam ini, aku tidur di rumah Paman Lou. Bersama sepupuku yang sangat kusayangi, Glorya. Minggu ini, sekolahku libur. Begitu pula dengan Glorya. Tentu saja! Karena akau dan Glorya satu sekolah.
    Malam kian membungkus. Aku merapatkan selimut bulu yang menutup hampir seluruh anggota badanku. Tiba-tiba, Glorya bangkit dan menyalakan candle lamp miliknya.
    “ Clarissa, aku ingin bercerita sesuatu padamu. Kuharap, kau tidak akan takut”. Ujar Glorya.
    “ Siapa pula yang takut!”. Seruku sebal. Glorya menghela napas dan menyisipkan poni rambutnya ke telinga.
    “ Tidak jadi, lah.. Lagipula, kau ketus begitu....”.
    “ Aku tidak ketus. Aku hanya...”.
    “ Sudah. Lekas tidur. Besok, kau ikut aku ke loteng”. Tukas Glorya cepat.
    “ Ke loteng?”.
    “ Iya. Sudah, jangan banyak tanya”.
    “ Baiklah...” Aku menyahut. Kemudian, Glorya berbaring kembal. Aku mencoba memejamkan mata, namun tak bisa. Cahaya candle lamp Glorya menggangguku.
    “ Glorya Parkinson, matikan candle lamp-mu !”. Teriakku. Glorya hanya mendesah pelan. Aku merengut. Kulepas ikat rambutku dan beringsut mendekati meja untuk mematikan candle lamp.
    Saat aku hendak menggapai lampu kecil di atas meja itu, kaki Glorya tanpa sengaja menendang tubuhku, hingga membuatku hampir terjungkal. Aku mendengking perlahan. Detik itulah, aku melihat sesuatu di bawah kasur.
    Sesuatu yang sangat ganjil. Yang tidak seharusnya hadir di malam penuh kebahagiaan ini.
    “ Waaa...!! Glory! Bangun... Aku takut Glory!”. Teriakku. Aku melompat ke kasur. Glorya terbangun dengan sedikit berjingkat.
    “ Aduh, aduh! Stop! What happened, Clarissa?”. Tanya Glorya. Aku melompat ke pelukan Glorya.
    “ Glory, ada sesuatu yang menyeramkan di bawah kasur. Yang...yang... Ah, dia.. menyeramkan!”. Jawabku. Glorya tertawa dan melepas pelukanku.
    “ Tidak ada apa apa, Clarissa... Itu hanya alat pel yang tadi kuletakkan di bawah kasur”. Tukas Glorya.
    “ Bukan... Tentu aku sanggup membedakan mana alat pel dan mana yang...”. Kata-kataku terputus saat Glorya menarik lenganku.

    ....

    Tunggu kelanjutannya, ya...