SATU KATA UNTUK
SABILLA
Sabilla
adalah gadis kecil manis yang baik hati. Hidupnya mewah dan bergelimangan
harta. Dia juga punya banyaaakk sekali teman yang setia. Hidup Sabilla
mendekati sempurna. Tapi, memang benar kata pepatah. Tidak ada manusia yang
sempurna.
Sabilla menderita penyakit kanker otak.
Penyakit ini mulai menyerang dirinya saat berumur lima tahun. Entah apa
sebabnya. Karena penyakit ini pulalah yang membuat semangat dan prestasi
Sabilla merosot drastis. Bukan karena dia malas belajar. Tapi, karena sabilla
memang telah menemukan sebuah kegelapan abadi. Selain itu, jika dia memaksakan
diri untuk menghafal, kepalanya akan sakit luar biasa.
Tante Aini, Mama Sabilla, telah
berusaha sekuat tenaga mencari pengobatan untuk putri semata wayangnya
tersebut. Tapi...
***
" Mama.. Kepala Sabilla
sakit!". Erang sabilla dari kamarnya. Tante Aini yang sedang meracik obat
untuk Sabilla, segera berlari menghampiri Putrinya.
" Sabar, sayang.. Mama sedang meracik
obat buat kamu". Ujar Tante Aini sambil mengelus kepala Sabilla.
" Billa enggak mau minum obat
itu lagi! Obat itu yang bikin kepala Billa pusing!". Teriak Sabilla.
" Mungkin kamu salah makan.
Atau, kamu menghafal lagi?". Tanya Tante Aini. Sabilla menggeleng.
" Sabilla belum makan apa apa
sejak sebelum tidur. Lagian, Sabilla juga enggak belajar apapun". Bantah
Sabilla.
Keesokan harinya, Tante Aini menemui dokter
yang menangani Sabilla.
" Dok, kenapa anak saya jadi sering pusing
karena minum obat dari dokter ". Ujar Tante Aini.
" Ah, saya tidak percaya ". Sahut
Dokter Kyra. Kemudian, diperiksanya kembali kotak berisi obat obatannya.
" Anak ibu minum obat ini, kan?".
Tanya Dokter Kyra sambil mengacungkan salah satu obat. Tante Aini mengernyit.
" Tidak! Anak saya minum obat yang...
yang ini!". Teriak Tante Aini sambil mengacungkan salah satu obat.
Seketika, dokter Kyra membelalakkan matanya.
" Anak Ibu overdosis! Salah minum obat!
Itu obat untuk penggugur kandungan". Jerit Dokter Kyra. Tante Aini menutup
mulut tak percaya.
" Jadi.. jadi.. apa efek samping dari
kesalahan ini, dok?". Tanya Tante Aini.
"
Ada dua kemungkinan. Pertama, Anak Ibu tidak akan memiliki keturunan. Kedua,
akan ada masalah dengan rahim Anak Ibu". Jawab Dokter Kyra.
" Tapi, dok.. Sabilla masih kecil.. Dia
masih kelas 5 SD. Perjalanan hidupnya masih panjang. Bagaimana, bagaimana dia
akan menatap masa depannya dengan kondisi rahim yang tidak sempurna. Ya Allah,
Billa..!!". Tante Aini terisak. Dokter Kyra ikut menundukkan kepala. Tapi
ternyata, di balik tundukan kepala, terbersit seulas senyum puas.
Begitu tiba di Rumah, Tante Aini menangis di
taman. Sabilla yang melihat Mamanya menangis segera menghampri Tante Aini.
" Mama kenapa? Kok nangis?". Tanya
Sabilla. Tante Aini menoleh dan mengusap air matanya.
" Enggak kenapa-napa kok, Billa.. Kamu
tidur dulu, ya sayang.. ". Pinta Tante Aini.
"
Ha? Tidur lagi? Billa udah tidur dua jam, lho, ma!". Ujar Sabilla. Tante
Aini tersenyum.
"
Tidur lagi aja enggak masalah, kan? Supaya pusing di kepala Billa sembuh".
Jawab Tante Aini.
" Uh, Mama ini! Yaudah deh.. Billa tidur
dulu, ya.. Dah mamaku sayang!". Ucap Billa seraya mengecup pipi Mamanya.
Kemudian, berlalu ke dalam. Tante Aini hanya mampu menatap kosong langkah
Sabilla yang kian menjauh.
Saat
kanker semakin parah..
Tak disangka, teman teman Sabilla datang ke
Rumah dengan membawa aneka macam buah tangan. Ada buah buahan, buku cerita
sampai boneka.
" Sabilla, kamu harus kuat, ya! Aku
yakin kamu bisa. Okay?". Ujar Keyla. Sabilla hanya tersenyum dan mengangguk.
" Makasih, ya.. Kalian udah menyempatkan
diri buat dateng jenguk aku". Kata Sabilla pelan.
"
Don't think again. ". Ucap Friza sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.
" FIGHT..!!". Teriak teman-teman
Sabilla. Sabilla tersenyum. Tiba tiba, dia merasakan sakit yang teramat sangat.
Ketika menyadari waktunya sudah dekat, Sabilla menatap Mama dan teman temannya.
" Ber..te..mu dengan.. kali..an.. adalah
hal terindah yang per.. nah.. ku.. da..pat..kan". Kemudian, Sabilla
tersenyum untuk terakhir kalinya dan menutup mata. Tante Aini dan Teman teman
Sabilla menangis sambl memeluk Sabilla erat.
|
SATU KATA UNTUK
SABILLA
Sabilla
adalah gadis kecil manis yang baik hati. Hidupnya mewah dan bergelimangan
harta. Dia juga punya banyaaakk sekali teman yang setia. Hidup Sabilla
mendekati sempurna. Tapi, memang benar kata pepatah. Tidak ada manusia yang
sempurna.
Sabilla menderita penyakit kanker otak.
Penyakit ini mulai menyerang dirinya saat berumur lima tahun. Entah apa
sebabnya. Karena penyakit ini pulalah yang membuat semangat dan prestasi
Sabilla merosot drastis. Bukan karena dia malas belajar. Tapi, karena sabilla
memang telah menemukan sebuah kegelapan abadi. Selain itu, jika dia memaksakan
diri untuk menghafal, kepalanya akan sakit luar biasa.
Tante Aini, Mama Sabilla, telah
berusaha sekuat tenaga mencari pengobatan untuk putri semata wayangnya
tersebut. Tapi...
***
" Mama.. Kepala Sabilla
sakit!". Erang sabilla dari kamarnya. Tante Aini yang sedang meracik obat
untuk Sabilla, segera berlari menghampiri Putrinya.
" Sabar, sayang.. Mama sedang meracik
obat buat kamu". Ujar Tante Aini sambil mengelus kepala Sabilla.
" Billa enggak mau minum obat
itu lagi! Obat itu yang bikin kepala Billa pusing!". Teriak Sabilla.
" Mungkin kamu salah makan.
Atau, kamu menghafal lagi?". Tanya Tante Aini. Sabilla menggeleng.
" Sabilla belum makan apa apa
sejak sebelum tidur. Lagian, Sabilla juga enggak belajar apapun". Bantah
Sabilla.
Keesokan harinya, Tante Aini menemui dokter
yang menangani Sabilla.
" Dok, kenapa anak saya jadi sering pusing
karena minum obat dari dokter ". Ujar Tante Aini.
" Ah, saya tidak percaya ". Sahut
Dokter Kyra. Kemudian, diperiksanya kembali kotak berisi obat obatannya.
" Anak ibu minum obat ini, kan?".
Tanya Dokter Kyra sambil mengacungkan salah satu obat. Tante Aini mengernyit.
" Tidak! Anak saya minum obat yang...
yang ini!". Teriak Tante Aini sambil mengacungkan salah satu obat.
Seketika, dokter Kyra membelalakkan matanya.
" Anak Ibu overdosis! Salah minum obat!
Itu obat untuk penggugur kandungan". Jerit Dokter Kyra. Tante Aini menutup
mulut tak percaya.
" Jadi.. jadi.. apa efek samping dari
kesalahan ini, dok?". Tanya Tante Aini.
"
Ada dua kemungkinan. Pertama, Anak Ibu tidak akan memiliki keturunan. Kedua,
akan ada masalah dengan rahim Anak Ibu". Jawab Dokter Kyra.
" Tapi, dok.. Sabilla masih kecil.. Dia
masih kelas 5 SD. Perjalanan hidupnya masih panjang. Bagaimana, bagaimana dia
akan menatap masa depannya dengan kondisi rahim yang tidak sempurna. Ya Allah,
Billa..!!". Tante Aini terisak. Dokter Kyra ikut menundukkan kepala. Tapi
ternyata, di balik tundukan kepala, terbersit seulas senyum puas.
Begitu tiba di Rumah, Tante Aini menangis di
taman. Sabilla yang melihat Mamanya menangis segera menghampri Tante Aini.
" Mama kenapa? Kok nangis?". Tanya
Sabilla. Tante Aini menoleh dan mengusap air matanya.
" Enggak kenapa-napa kok, Billa.. Kamu
tidur dulu, ya sayang.. ". Pinta Tante Aini.
"
Ha? Tidur lagi? Billa udah tidur dua jam, lho, ma!". Ujar Sabilla. Tante
Aini tersenyum.
"
Tidur lagi aja enggak masalah, kan? Supaya pusing di kepala Billa sembuh".
Jawab Tante Aini.
" Uh, Mama ini! Yaudah deh.. Billa tidur
dulu, ya.. Dah mamaku sayang!". Ucap Billa seraya mengecup pipi Mamanya.
Kemudian, berlalu ke dalam. Tante Aini hanya mampu menatap kosong langkah
Sabilla yang kian menjauh.
Saat
kanker semakin parah..
Tak disangka, teman teman Sabilla datang ke
Rumah dengan membawa aneka macam buah tangan. Ada buah buahan, buku cerita
sampai boneka.
" Sabilla, kamu harus kuat, ya! Aku
yakin kamu bisa. Okay?". Ujar Keyla. Sabilla hanya tersenyum dan mengangguk.
" Makasih, ya.. Kalian udah menyempatkan
diri buat dateng jenguk aku". Kata Sabilla pelan.
"
Don't think again. ". Ucap Friza sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.
" FIGHT..!!". Teriak teman-teman
Sabilla. Sabilla tersenyum. Tiba tiba, dia merasakan sakit yang teramat sangat.
Ketika menyadari waktunya sudah dekat, Sabilla menatap Mama dan teman temannya.
" Ber..te..mu dengan.. kali..an.. adalah
hal terindah yang per.. nah.. ku.. da..pat..kan". Kemudian, Sabilla
tersenyum untuk terakhir kalinya dan menutup mata. Tante Aini dan Teman teman
Sabilla menangis sambl memeluk Sabilla erat.
About The Webmaster
Name : Farah Adriana Binti Mohd Samsul
Known as :Farah
Age : 13 Years Old
Date Of Birthday : 08 Februari 2000
Current Home : Negeri Sembilan, Seremban
School at : Smk Dato' Sheikh Ahmad , Seremban
Favourite color : Pink, Putih, Biru
Hobbies : Singing, Dancing, Blogwalking & Edit Blog
Ambitition :Doctor
Sweet Memories : Got 5A in UPSR, Got a new handphone Galaxy Pocket, Got a new laptop !
« Back To Entry.
I Like To Find A New Friends
RULES FOR EXCHANGE LINKS :-

Bagitahu kat chatterbox yang awak nak exchanges link.

Letak nama saya
Farah .

Jika awak
delete link saya, automatik link awak pun saya delete.
GANTIKAN FARAH KEPADA NAMA AWAK.
FARAH
Next?
Next?
Next?
Next?
Next?
Next?
« Back To Entry.