Home Owner Freebies Tutorials Websites
Disclaimer Board

Hy haters please click Here

Chatter Box

Must put your name & url blog. Exchanges link opened, Tutorial request accepted & Be nice -Replace with your cbox codes-
Latest
  • Tentang hidup.
  • Cerita yang membuatku menang lomba
  • Cerita horor
  • <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f...
  • Info paling baru!
  • <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML);}...
  • <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f...
  • Surat Kenangan
  • Bentuk tulisan Nisrina
  • Info Terbaru
  • Claps

    Template by:Farah Adriana
    With help:Fatin Hazwani /Wanaseoby /Nabila Medan
    Best view only in Google Chrome

    Entry updated on Senin, 17 Februari 2014
    Entry got 0 comments | Fly to top :3

    SATU KATA UNTUK SABILLA

    Sabilla adalah gadis kecil manis yang baik hati. Hidupnya mewah dan bergelimangan harta. Dia juga punya banyaaakk sekali teman yang setia. Hidup Sabilla mendekati sempurna. Tapi, memang benar kata pepatah. Tidak ada manusia yang sempurna.

     Sabilla menderita penyakit kanker otak. Penyakit ini mulai menyerang dirinya saat berumur lima tahun. Entah apa sebabnya. Karena penyakit ini pulalah yang membuat semangat dan prestasi Sabilla merosot drastis. Bukan karena dia malas belajar. Tapi, karena sabilla memang telah menemukan sebuah kegelapan abadi. Selain itu, jika dia memaksakan diri untuk menghafal, kepalanya akan sakit luar biasa.

    Tante Aini, Mama Sabilla, telah berusaha sekuat tenaga mencari pengobatan untuk putri semata wayangnya tersebut. Tapi...
    ***
    " Mama.. Kepala Sabilla sakit!". Erang sabilla dari kamarnya. Tante Aini yang sedang meracik obat untuk Sabilla, segera berlari menghampiri Putrinya.

     " Sabar, sayang.. Mama sedang meracik obat buat kamu". Ujar Tante Aini sambil mengelus kepala Sabilla.

    " Billa enggak mau minum obat itu lagi! Obat itu yang bikin kepala Billa pusing!". Teriak Sabilla.

    " Mungkin kamu salah makan. Atau, kamu menghafal lagi?". Tanya Tante Aini. Sabilla menggeleng.

    " Sabilla belum makan apa apa sejak sebelum tidur. Lagian, Sabilla juga enggak belajar apapun". Bantah Sabilla.


    Keesokan harinya, Tante Aini menemui dokter yang menangani Sabilla.

    " Dok, kenapa anak saya jadi sering pusing karena minum obat dari dokter ". Ujar Tante Aini.

    " Ah, saya tidak percaya ". Sahut Dokter Kyra. Kemudian, diperiksanya kembali kotak berisi obat obatannya.
    " Anak ibu minum obat ini, kan?". Tanya Dokter Kyra sambil mengacungkan salah satu obat. Tante Aini mengernyit.

    " Tidak! Anak saya minum obat yang... yang ini!". Teriak Tante Aini sambil mengacungkan salah satu obat. Seketika, dokter Kyra membelalakkan matanya.

    " Anak Ibu overdosis! Salah minum obat! Itu obat untuk penggugur kandungan". Jerit Dokter Kyra. Tante Aini menutup mulut tak percaya.

    " Jadi.. jadi.. apa efek samping dari kesalahan ini, dok?". Tanya Tante Aini.

     " Ada dua kemungkinan. Pertama, Anak Ibu tidak akan memiliki keturunan. Kedua, akan ada masalah dengan rahim Anak Ibu". Jawab Dokter Kyra.

    " Tapi, dok.. Sabilla masih kecil.. Dia masih kelas 5 SD. Perjalanan hidupnya masih panjang. Bagaimana, bagaimana dia akan menatap masa depannya dengan kondisi rahim yang tidak sempurna. Ya Allah, Billa..!!". Tante Aini terisak. Dokter Kyra ikut menundukkan kepala. Tapi ternyata, di balik tundukan kepala, terbersit seulas senyum puas.

    Begitu tiba di Rumah, Tante Aini menangis di taman. Sabilla yang melihat Mamanya menangis segera menghampri Tante Aini.

    " Mama kenapa? Kok nangis?". Tanya Sabilla. Tante Aini menoleh dan mengusap air matanya.

    " Enggak kenapa-napa kok, Billa.. Kamu tidur dulu, ya sayang.. ". Pinta Tante Aini.

     " Ha? Tidur lagi? Billa udah tidur dua jam, lho, ma!". Ujar Sabilla. Tante Aini tersenyum.

     " Tidur lagi aja enggak masalah, kan? Supaya pusing di kepala Billa sembuh". Jawab Tante Aini.

    " Uh, Mama ini! Yaudah deh.. Billa tidur dulu, ya.. Dah mamaku sayang!". Ucap Billa seraya mengecup pipi Mamanya. Kemudian, berlalu ke dalam. Tante Aini hanya mampu menatap kosong langkah Sabilla yang kian menjauh.

    Saat kanker semakin parah..

    Tak disangka, teman teman Sabilla datang ke Rumah dengan membawa aneka macam buah tangan. Ada buah buahan, buku cerita sampai boneka.

    " Sabilla, kamu harus kuat, ya! Aku yakin kamu bisa. Okay?". Ujar Keyla. Sabilla hanya tersenyum dan mengangguk.

    " Makasih, ya.. Kalian udah menyempatkan diri buat dateng jenguk aku". Kata Sabilla pelan.

     " Don't think again. ". Ucap Friza sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.

    " FIGHT..!!". Teriak teman-teman Sabilla. Sabilla tersenyum. Tiba tiba, dia merasakan sakit yang teramat sangat. Ketika menyadari waktunya sudah dekat, Sabilla menatap Mama dan teman temannya.

    " Ber..te..mu dengan.. kali..an.. adalah hal terindah yang per.. nah.. ku.. da..pat..kan". Kemudian, Sabilla tersenyum untuk terakhir kalinya dan menutup mata. Tante Aini dan Teman teman Sabilla menangis sambl memeluk Sabilla erat.